Cara Tangani Bayi Jatuh dari Tempat Tidur


Kali ini saya akan share cara terbaik dalam mengatasi jika Bayi anda terjatuh dengan tidak sengaja dari tempat tidur, langsung ke bawah saja.

Penyebab bayi terjatuh dari tempat ranjang :

Bayi mulai aktif pergerakkannya biasanya pada usia 3 bulan, waspadailah pada usia aktif dan masa lucunya ini silahkan baca tips tumbuh kembang bayi. Usia 3 bulan bayi sudah dapat menggeser badannya hingga berguling-guling membolak-balikkan badannya. Bahkan bantal penyangga sekalipun seakan sudah tidak mampu lagi (baca Tumbuh kembang bayi usis 0-24 bulan).

Kegiatan bayi ini memang terlihat lucu, para orang tua harus lebih waspada terutama saat bayi ditinggal sendirian di dalam kamar pada malam hari.

Tips:

Pergunakan tempat tidur bayi yang memiliki pagar tinggi, bila bayi sudah dibiasakan tidur sendiri terpisah dengan kedua orang tuanya.

Gunakan ranjang yang tidak terlalu tinggi dengan lantai, jika bayi terjatuh sekalipun tidak mengalami masalah serius pada kepalanya, bila perlu anda harus rela tidur di bawah beralaskan kasur saja.

Tindakan setelah bayi jatuh dari tempat tidur :

Apa yang perlu anda lakukan setelah bayi benar-benar jatuh dari ranjang yang terlalu tinggi? 

  • Anda harus tenang agar keadaan tidak semakin gawat, segera ambil bayi yang terjatuh dan segera usahakan redakan tangisnya dengan memberikan ASI.
  • Setelah keadaan terkendali liat dan pastikan apakah ada luka disekujur tubuhnya apakah terjadi memar dan pendarahan.
  • Berikan pertolongan pertama seperti mengusap-usap bagian badan yang terjatuh, bila usapan ringan anda ternyata bayi merasa kesakitan berarti terjadi peradangan pada tubuhnya.
  • Bawa ke tukang pijat bayi agar badannya di urut badannya agar tidak pegal-pegal setelahnya 
  • Segeralah konsultasikan dngan pakar kesehatan keluarga anda di rumah bila diperlukan.


Sebenarnya kasus bayi ter jatuh dari tempat tidur bukan kasus langka dan sering kali terjadi pada kebanyakan anak balita. Jadi anda jangan merasa hal itu tidak wajar dan takut akibat setelahnya. Menurut ahli medis tempurung kepala bayi dengan otak bayi terdapat jeda/ ruang walaupun kena benturan keras Insya Allah masih aman dan tidak akan terjadi gegar otak.

Berbeda dengan tengkorak dewasa yang otak dewasa sangat dekat dengan tengkorak, sehingga bila terjadi benturan akan rawan gegar otak ringan hingga berat.


Semoga tips ringan ini bisa menambah pengetahuan anda dalam mengasuh sikecil hingga dewasa nanti menjadi anak yang cerdas, sholeh, dan sholehah.

SOURCE
Thanks for your comment